Episode 2. Ingin Menjadi Kaya

Ada sebuah cerita dimana seorang guru bertanya kepada murid-muridnya, siswa kelas 1 SD mengenai cita-cita mereka. Ada macam-macam jawaban yang disampaikan oleh anak-anak kecil tersebut. Mulai dari dokter, polisi, tentara, profesor, astronot dan berbagai macam jawaban lainnya. Lalu seorang anak memberikan jawaban yang berbeda, yaitu dia ingin menjadi kaya. Sang guru pun tersenyum dan memuji anak tersebut meskipun cita-citanya bukan sebuah profesi, melainkan status. Lalu sang guru pun menyampaikan sebuah kalimat yang mungkin kita juga akan menyampaikan kalimat tersebut jika kita berhadapan dengan anak yang demikian, yaitu: kalau kamu ingin kaya, maka mulailah menabung.. Kenapa demikian? mungkin karena pepatah hemat pangkal kaya sudah mendarah daging dalam kehidupan kita. Ok kita coba stop cerita guru dan murid-muridnya disini dan mari kita mulai bertanya yaitu apakah menabung membuat saya kaya? Mungkin kita akan menjawab ya jelas, karna menabung maka uang saya akan banyak. Buktinya celengan ayam saya sudah penuh dengan uang-uang yang saya tabung, dan ketika saya memecahkannya, saya dapat banyak uang. Banyak dari kita pasti mengalami hal tersebut. Ada juga yang memilih opsi untuk menabung di bank, dengan memperhitungkan keamanan. Intinya semakin banyak uang yang kita tabung, maka kita akan cepat menuju kepada yang namanya menjadi kaya. Ok Untuk membuktikan apakah menabung membuat kita kaya, coba kita tengok ke masa tahun 90an, dimana waktu itu kita bisa membeli kue dengan harga 100 rupiah, tetapi sekarang kita perlu uang 2000 rupiah untuk membeli kue kesukaan kita. Atau mungkin ada yang pernah mencicipi bakso seharga 5000 rupiah, tapi sekarang bakso kesukaan kita harganya mencapai 15000 rupiah. Kenapa bisa begitu? Ini terjadi karna adanya inflasi. Apa itu inflasi? Sederhananya nominal uang kita tetap, tetapi nilai uang kita menurun. Ambil contoh, uang 100000 rupiah kita 20 tahun lalu kita bisa membeli banyak barang, juga bisa untuk bertahan satu bulan di kos (tidak perlu makan indomie atau warteg). Tetapi saat ini dengan uang 100000 kita hanya bisa mendapatkan barang lebih sedikit dan akan sangat berat untuk bertahan dalam kos (wajib makan indomie atau ngutang di warteg). Mungkin ada yang bertanya kenapa bisa ada inflasi? Jawabanya ya karena tiap tahun terjadi permintaan dan penawaran, maka harga benda jika semakin dibutuhkan (dicari) dan jumlahnya menurun membuat harga naik. Contoh misalnya harga daging sapi untuk bakso tahun 90an adalah 20000 per kilo, karena setiap hari banyak tukang bakso yang mencari daging sapi untuk membuat bakso, maka jumlah daging sapi pun naik, akhirnya pedagang pun menaikan harga daging sapi. Dan itu terjadi setiap tahun, maka saat ini daging sapi harganya jauh dari harga tahun 90an. Karena adanya inflasi maka setiap tahun biasanya gaji dinaikan dengan tujuan menyamai nilai uang dengan inflasi. Jadi jika kita terus menyimpan uang kita di celengan maupun bank, lama kelamaan nilai uang kita akan turun digrogoti inflasi. Lalu bagimana cara kita supaya bisa menjadi kaya jika kita tidak menabung? Jawabanya kita harus melihat orang-orang kaya untuk menjadi orang kaya. Jika kita mempelajari orang-orang kaya di dunia seperti Elon Musk, Jeff Bezos, Bill Gates, lalu orang terkaya di Indonesia seperti Hartono bersaudara, maka kita bisa mengambil beberapa hal yang menjadi kesamaan mereka yaitu: pertama mereka berinvestasi. Ellon Musk pada Tesla (perusahaan mobil listrik), Jeff Bezos melalui Amazon, sedangkan Bill Gates melalui microsoftnya. Hartono bersaudara memiliki saham bank BCA yang membuat mereka menjadi orang terkaya nomor 1 di Indonesia. Selain punya usaha, mereka berinvestasi saham, yang mana membuat uang mereka bertambah seiring harga sahamnya naik (dan sebaliknya akan turun jika harga turun). Dengan berinvestasi mereka juga bisa mendapatkan dividen (pembagian laba perusahan) ketika perusaan yang mereka punya sahamnya menghasilkan laba. Maka kita dapat mengambil sebuah kesimpulan orang kaya menjadi kaya karena berinvestasi, bukan menabung di celengan. Apa yang bisa kita renungkan? Yaitu menabung bukan hal yang jelek. Ini baik untuk membuat kita terbiasa menundah sesuatu untuk hal yang nanti kita inginkan. Sebaiknya kita mengajarkan investasi kepada anak-anak dari masih kecil, dengan demikian mereka bisa belajar untuk menyisihkan uang mereka dan hidup hemat. Bisa juga kita mengajarkan untuk menabung saham, karena mereka masih punya banyak waktu dan akan mendapatkan hasilnya di masa depan. Dan untuk kita mari kita mulai berinvestasi di instrumen investasi yang benar, sambil belajar. Jangan sampai mau ditipu dengan investasi bodong. Ingat investasi itu jangka panjang. Ibarat menanam pohon, menunggung pohon berbuah butuh waktu, dan butuh kita bekerja menyiram dan merawat pohon tersebut. Ketika sudah menghasilkan buah maka kita lah yang akan menikmati buah tersebut. Demikian juga dengan investasi kita. Intinya besahabatlah dengan waktu. Mari belajar dari kesalahan kita untuk menjadi pribadi yang melek akan literasi keuangan yang lebih baik. Terima kasih

Komentar

  1. Saya suka menabung. Menabung adalah cara untuk menghemat uang agar dapat digunakan untuk kepentingan yang penting di masa yang akan datang

    BalasHapus

Posting Komentar